Cermati Perbedaan Kedelai Biosoy dengan Kedelai Biasa

Sariagri - Biosoy merupakan kedelai varietas unggul baru (VUB) yang  memiliki karakter biji besar dan produktivitas hingga 3,5 ton per hektare. Jumlah ini, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kedelai jenis biasa yang produksinya hanya sekitar 0,8 ton per hektare. Menurut Ahli Pangan dari IPB University, Edi Santoso, selain bentuk dan produktivitas, kandungan protein dalam kedelai juga berbeda. "Kalau kedelai itu biasanya cuma kandungan protein yang berbeda. Kalau kandungan lainnya, tidak begitu banyak," ujarnya saat dihubungi Sariagri.id, beberapa waktu lalu.  Dia menjelaskan, kedelai di Indonesia lebih banyak digunakan untuk pembuatan tempe dan tahu. Di daerah, tempe dengan biji kedelai ukuran kecil lebih disukai karena kedelainya lebih banyak. Sementara, untuk pembuatan tahu menggunakan kedelai yang dapat menghasilkan susu lebih banyak. Tidak peduli dengan jenis kedelai yang digunakan. "Kalau sekarang yang dikota-kota senang kedelai yang besar-besar, biosoy ini memang kedelainya besar-besar seperti americana," terangnya. Edi menyimpulkan, kedelai biasa dan kedelai biosoy memiliki nilai gizi yang sama. Sementara yang menjadi pembeda adalah bentuk fisik dari biji-bijian itu. "Bagi petani itu hanya tiga hal yang penting, yaitu bobot panen, potensi hasil, kemudian umur panen. Nah, biosoy agak gede dan biasanya dibandingkan dengan anjasmoro atau grobogan yang besar-besar. Kalau dari itu, mungkin biosoy bisa lebih cepat panen," pungkasnya.   
http://dlvr.it/SPgC1c

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama