Larangan Ekspor RBD Olein Belum Tentu Turunkan Harga Migor Curah

Sariagri - Ekonom Indonesia for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah menilai larangan ekspor RBD Olein belum tentu dapat menurunkan harga minyak goreng curah menjadi Rp14.000 per liter. Dia mengatakan, stabilisasi harga minyak goreng curah lebih tepat dengan skema subsidi tanpa pelarangan ekspor bahan baku."Larangan ekspor RBD belum tentu menurunkan harga minyak goreng curah. Lebih tepat ke skema awal yaitu subsidi minyak goreng curah tanpa pelarangan ekspor," ujarnya kepada Sariagri.id.Menurut Rusli, larangan ekspor RBD Palm Olein berdampak terhadap penurunan pasokan di pasar internasional yang mendorong kenaikan harga."Ketika harga naik, disparitas harga domestik dan luar negeri sangat besar. Hal itu bisa mendorong adanya tindakan ekspor RBD ilegal," jelasnya.Di sisi lain, Rusli menilai pelibatan Bulog dalam pendistribusian minyak goreng curah lebih efektif karena Bulog memiliki infrastruktur distribusi hingga ke berbagai daerah di Indonesia."Pelibatan Bulog efektif dalam memperlancar distribusi Migor Curah karena Bulog memiliki infrastruktur distribusi sampai ke daerah/kabupaten," paparnya.Sebelumnya, pemerintah memutuskan pelarangan ekspor RBD Palm Olein sebagai bahan baku minyak goreng kepada seluruh produsen. Aturan itu mulai berlaku besok, 28 April 2022 hingga tercapainya harga minyak goreng curah sebesar Rp14.000 per liter di pasar tradisional."Sesuai arahan Bapak Presiden, maka sementara ini diberlakukan pelarangan ekspor (RBD Palm Olein) sampai tercapainya harga minyak goreng curah sebesar Rp14.000,00 ribu per liter di pasar tradisional dan mekanisme pelarangannya disusun secara sederhana,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (26/4).Selain itu, dalam mengakselerasi distribusi minyak goreng curah ke masyarakat, pemerintah melakukannya dengan percepatan pembayaran subsidi harga melalui BPDPKS tanpa mengurangi good governance-nya dan menugaskan Bulog melakukan distribusi minyak goreng curah ke masyarakat, terutama di pasar tradisional.  
http://dlvr.it/SPK3hp

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama